Mengenal Gaya Belajar Anak Kita

Beranda
Artikel Pendidikan
Mengenal Gaya Belajar Anak Kita

Mengenal Gaya Belajar Anak Kita

Macam-Macam Gaya Belajar


Kita tidak bisa terlalu memaksakan seorang anak harus belajar dengan suasana dan cara yang kita inginkan, karena masing-masing anak memiliki tipe atau gaya belajar sendiri-sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya. Banyak anak yang menurun prestasi belajarnya di sekolah karena di rumah anak dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing. Menurut pakar pendidikan, gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality).

Pengertian Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar

1. VISUAL (Visual Learners)

Gaya Belajar Visual (Visual Learners). Gaya belajar ini menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar anak paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

Ada beberapa karakteristik yang khas bagi orang yang mempunyai gaya belajar ini. Pertama adalah adanya kebutuhan untuk melihat sesuatu (baik informasi atau pelajaran) secara visual untuk mengetahui atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ciri-ciri gaya belajar visual :
1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar;
2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi;
3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak;
4. Tidak suka bicara di depan kelompok dan tidak suka pula mendengarkan orang lain;
5. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi;
6. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan;
7. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan;
8. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu.

2. AUDITORI (Auditory Learners)

Gaya belajar Auditori (Auditory Learners). Gaya belajar ini mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat sesuatu. Karakteristik gaya belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu.

Karakteristik orang dengan gaya belajar auditori. Pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, Kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, Ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Ciri-ciri gaya belajar Auditori :
1. Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas;
2. Pendengar ulung, anak mudah menguasai materi iklan, lagu di televisi, dan radio;
3. Cenderung banyak omong;
4. Tidak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya;
5. Kurang terampil dalam mengerjakan tugas mengarang atau menulis;
6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain;
7. Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll;

3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)

Gaya Belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners). Gaya belajar ini mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu agar ia bisa mengingatnya.

Karakteristik gaya belajar ini adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
1. Menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya, termasuk saat belajar;
2. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak;
3. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh : saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar;
4. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar;
5. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, simbol dan lambang;
6. Menyukai praktek atau percobaan;
7. Menyukai permainan dan aktivitas fisik.

Setelah mengetahui gaya belajar dan ciri-cirinya, maka berikut kami sampaikan beberapa cara untuk mempermudah proses belajar anak kita.
1. Anak Visual :
a. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta;
b. Gunakan warna untuk memberi tanda hal-hal penting;
c. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi;
d. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
2. Anak Auditori :
a. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga;
b. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras;
c. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
3. Anak Kinestetik :
a. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam;
b. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru);
c. Gunakan warna terang untuk memberi tanda hal-hal penting dalam bacaan.

Semoga memberikan manfaat bagi kita semua.

sumber : pondok ibu, lestari puji hastuti

Tinggalkan Komentar Disini


Copyright 2015-2017 © LPI Sari Bumi Sidoarjo. Developed by AZATEAM